Minggu, 10 November 2013

Ryandhika Poetra, Mahasiswa ITM Kembangkan Bisnis Kreatif Desain

“ Belajar di Kampus Gak Cukup Untuk Sukses  ”

Menjadi seorang mahasiswa tidak cukup belajar menuntut ilmu hanya di dalam kampus, namun juga belajar di luar secara otodidak , namun siapa sangka berkat skill dan kompetensi yang dimiliki malah mendatangkan peluang bisnis yang menggiyurkan, cerminan ini lah yang tertanam pada Ryandhika Poetra mahasiswa Arsitektur Institut Teknologi Medan (ITM) yang mengembangkan bisnis kreatif desain .

Berawal Dari hobi menggambar sejak kecil, kemudian masuk kesekolah kejuruan teknik bangunan dan masuk ke perguruan tinggi jurusan arsitektur menghantarkannya untuk menjadi seorang kreatif desain, berkat kemampuannnya tak sedikit karyanya sudah ditampilkan di even even bergengsi di kota Medan.

“ Kebetulan saya sejak kecil, saya suka menggambar, malah kadang disuruh guru kedepan khusus untuk menggambar saja , dari sinilah saya memutuskan hidup saya untuk serius di bidang desain kreatif ” kata Ryan


Menurut Ryan, belajar di dalam kampus tidaklah cukup, namun juga  harus dicari di luar untuk menambah ilmunya lebih berkembang, baginya urusan cepat tamat bukanlah menjadi prioritas utama, melainkan selama masih dikuliah terus menggali kompetensi dan keterampilan, maka setelah lulus pasti segera mendapatkan pekerjaan. Dirinya pun sebelumnya sempat ditawari untuk dapat bekerja di Bank ataupun menjadi PNS namun ditolaknya.

“ Kebanyakan mahasiswa itu kejar cepat tamat, namun saya belum mau ingin tamat sebelum menggali skill dan keterampilan, jika sudah mampu, yakinlah, bukan kita yang mencari pekerjaan, namun pekerjaan yang mencari kita” kata anak kedua dari tujuh bersaudara ini.

Hal ini telah dibuktikannnya, Ryan pun memberanikan diri untuk membuka jasa kreatif desain yang ia beri nama RDP Desain yang meliputi desain 3D, desain grafis, interior, arsitektur, desain video seperti spanduk, badrop, logo, rumah, T-Shirt dan lain lain.  Hasilnya pun  perlahan lahan, banyak pihak sponshorship maupun masyarakat yang menggunakan jasa kreatifnya dan dipercaya untuk tampil di even even bergengsi dan launcing produk di kota Medan dan sekitarnya.

“ Dunia desain sudah menjadi kebutuhan masyarakat, tujuan dari desain sebenarnya, bagaimana menyampaikan isi pesan tulisan maupun gambar agar kelihatan lebih menarik, nyaman dilihat dan dibaca  dan tentunya mempengaruhi ” ungkapnya.

Ryan menambahkan, perkembangan desain kreatif tidak terlepas dari perkembangan teknologi modern yang harus dikuasai, sehingga pengusaan program software komputerisasi juga harus dipahami, dan yang paling penting adalah banyak ide cemerlang.
“ Saya sukanya menghayal, liat liat logo,  billboard , benda benda, rumah orang, ataupun papan reklame yang sudah ada saat naik sepeda motor, nah dari situ inspirasinya awalnya untuk membuat desain terbaru ” ucapnya.

Selain membuat konsep desain grafis, dirinya juga punya cita cita untuk punya outlet baju desainnya sendiri, karena selama ini masih banyak dipasarkan melalui media online, lintas pertemanan serta komunitas yang ada di Medan, belum dapat di pajang sepenuhnya di satu tempat khusus.

“ Jadi bisnis kreatif desain ini cukup menjanjikan, maka dari itu saya bersama tim serius menekuninya, Alhamdulillah selama berjalan ini sudah bisa bayar uang kuliah sendiri bahkan bisa bantu orang tua” katanya.

Ryan juga tak hanya berhenti disini, dirinya terus belajar otodidak misalnya melalui google, baca buku, youtube, dan lain lain untuk terus mengembangkan skill dan kemampuannya sesuai tuntutan  perkembangan teknologi modern saat ini. Rholand Muary

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

“Sumut Paten” dalam Analisa Wacana Kritis

Sumut Paten, kini sudah menjadi jargon politik dan ciri khas dari Gubernur Sumatera Utara, Ir. HT. Erry Nuradi, M.Si. Dalam berbaga...