Minggu, 10 November 2013

Pementasan Teater ‘O’ Detektif Danga-Danga


"Negeri Para Bandit"
 
Setelah sukses di pementasan pada episode pertama, kini  ‘Detektif Danga-Danga’ menampilkan episodenya yang kedua dengan mengambil tema Negeri Para Bandit, menariknya lagi wakil ketua DPRD Sumut turut menjadi pemain dalam teater ini. 

Pementasan ke 117 dari teater ‘O’ ini sebagai bentuk penggalangan dana untuk Aquila bayi penderita Atresia Billier yang masih membutuhkan uluran tangan para dermawan guna meringankan biaya operasinya di RSCM Jakarta. 

Dengan mengambil cerita ‘Negeri Para Bandit ’, menceritakan sosok ketua dewan yang berseteru di rumahnya hingga terbawa bawa keruang  sidang. Sementara yang menjadi masalahnya bukan hal yang berbau dengan kepentingan rakyat, melainkan dengan sosok jaka Sembung Bawa Golok yang menjadi momok. Tak berselang lama sidang pun bubar setelah kehadiran empat Detektif Danga- Danga. 

“Harga Jengkol sekarang mahal pimpinan.. Petai juga mahal pimpinan.. ada apa ini…” interupsi dari Wakil ketua DPRD Sumut, HM Affan ke pimpinan dewan dalam sepenggal kalimat  pementasannnya kepada awak media di kantin Fakutas Ilmu Budaya (FIB) USU Medan, Selasa sore (18/6) yang lalu.

Dalam pementasan nya ini, Affan memberanikan diri untuk menjadi pemain dalam pementasan yang berjumlah hampir 20 pemain yang di dalamnya terdapat mahasiswa, serta pekerja seni yang sudah melanglang buana sampai ke Jakarta.  Bagi Affan sendiri ke ikutsertaannnya sebagai pemain karena dorongan hati nurani untuk membantu Aquila yang masih terkatung katung dalam biaya operasi. 

“Saya berharap ada pejabat, pengusaha, masyarakat atau siapapun itu yang memiliki empati kepada adinda kami Aquila, bayi penderita Atresia Bilier untuk mau memberikan donasinya sedikit” kata Affan yang juga alumni Sastra USU ini. 

Untuk di kalangan pejabat, Affan juga sudah mengundang, Kapolda Sumut dan wakil gubernur Sumut yang sudah mengatakan akan mengadiri pementasan ini. Namun yang paling terpenting dukungan dari masyarakat beramai ramai untuk datang ke Taman Budaya Sumatera utara (TBSU).

Sementara itu, Sutradara dari ‘Detektif Danga-Danga’, Yusrianto Nasution menceritakan bahwa pementasan kali ini dengan mengambil tema Negeri Para Bandit merupakan bentuk sidiran dari kinerja wakil wakil rakyat yang sebenarnya tidak ada kerjaannya, namun tetap dibalut dengan bentuk yang lebih ringan dan nuansa komedi begitu kental. 

“ Penampilan dari Detektif Danga-Danga tetap dibalut dengan nuansa komedi namun sarat akan makna” kata Yusrianto Nasution. 

Kegiatan pementasan Detektif Danga-Danga di gelar pada hari Jumat (21/6) pukul 16.00 Wib serta hari Sabtu (22/6) pukul 20.00 Wib di Taman Budaya Sumatera Utara. Untuk pemesanan tiket dapat di peroleh di sekretariat teater ‘O’ di FIB USU. Rholand muary



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

“Sumut Paten” dalam Analisa Wacana Kritis

Sumut Paten, kini sudah menjadi jargon politik dan ciri khas dari Gubernur Sumatera Utara, Ir. HT. Erry Nuradi, M.Si. Dalam berbaga...