Jumat, 15 November 2013

Kiprah Ryan dan Febby, Duta Bahasa Sumut 2013

" Bahasa Indonesia itu, Keren ! "

Masih ingatkah dengan istilah “Vickisisasi” yakni pemuda bernama Vicky yang juga  merupakan mantan tunangannnya  pedangdut Zaskia Gotik sempat membuat heboh dunia maya karena mengeluarkan istilah bahasa campuran seperti statusisasi, labil ekonomi, mempertakut, mempersuram dan lain lain. 

Menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar di kehidupan sehari hari sebenarnya cukup penting, namun sayangnya banyak masyarakat khususnya kaula muda mencampurkan antara bahasa Indonesia dengan bahasa asing biar kelihatan lebih keren, padahal sebenarnya membuat bahasa Indonesia sendiri kehilangan indentitasnya. Seperti yang dilakukan oleh Vicky sendiri misalnya. 

Hal inilah menjadi dasar motivasi bagi M Ryan Ramadhan serta pasangannnya Febby Yoana Siregar memberanikan diri untuk mengkuti selekasi duta Bahasa Sumut 2013 yang di selenggarakan oleh Balai Bahasa Sumut pada 11 Oktober 2013 yang lalu dengan membuat makalah yang berjudul  “ Medan ku dijajah Istilah Asing” ,  kemudian Karena bakat dan kemampuannnya akhirnya juri pun menobatkan mereka sebagai Duta bahasa Sumut 2013 dan mewakili Sumut untuk mengikuti Seleksi Duta Bahasa nasional di Jakarta pada 21-28 Oktober mendatang

Menjadi Duta Bahasa Sumatera Utara 2013 bukan lah sebagai ajang untuk menjadi orang yang terkenal di mata masyarakat namun mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk memberikan pendidikan kepada masyarakat akan pentingnya penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar di kehidupan sehari hari. 

Padahal menggunakan bahasa Indonesia itu keren loh, tapi sayangnya masih banyak anak muda yang menggabungkan bahasa Indonesia dengan bahasa asing biar kelihatan lebih keren dan gaul” ujar Ryan Ramadhan 
Mahasiswa Teknik Informatika STT harapan ini menjelaskan, saat ini umumnya Anak sekolah dan remaja banyak gunakan istilah asing dalam percakapannnya sehari hari , misalnya kata “ OTW” (on the way), “BTW”  (by the way). Menurutnya hal tersebut tidak lah salah, namun penempatannnya saja yang kurang tepat. 
“ Sebenarnya penggunaan nya saja yang salah tempat, kerena mancampur adukkan antara bahasa Indonesia dan bahasa Inggris tidak tepat, jadi peran kami meminimalisir penggunaan bahasa seperti itu” ujar mantan Jaka Kota Medan 2010 ini.

Mahasiwa yang memiliki hobby model ini menambahkan, manfaat menggunakan bahasa Indonesia sebenarnya menjadikan orang tersebut lebih sopan santun dalam berbicara dan lebih kelihatan intelektual. 

Begitu juga di sampaikan oleh, Febby Yoana Siregar yang mengatakan banyaknya anak muda yang menggunakan bahasa campuran seperti itu akibat pengaruh teknologi, misalnya saja di  internet serta paradigma yang mengatakan bahasa inggris lebih baik dari pada bahasa Indonesia, selain itu media cetak dan elektronik juga memberikan suguhan yang serupa.
 
“ Kita juga sebenarnya sudah bersumpah dalam sumpah pemuda 28 Oktober yang mengatakan menjunjung tinggi bahasa persatuan bahasa indonesia” kata mahasiswa Sastra Cina USU ini

Febby menambahkan, tugas menjadi Duta Bahasa Sumut 2013 salah satunya turut memberikan sosialisasi kepada siswa dan remaja ke sekolah sekolah dan kampus untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar sehingga bahasa Indonesia tidak dianggap bahasa kelas dua setelah bahasa Inggris.
“Selain itu juga kami mengkampanyekannya di media sosial  dengan menggunakan bahasa Indonesia, dan yang paling penting kami juga menerapkannya di kehidupan sehari hari” kata mantan Dara kota Medan tahun 2010 ini.
 
Selain itu, untuk mempersiapkan diri mereka mengikuti seleksi duta bahasa nasional di Jakarta, mereka pun turut mendapatkan bimbingan dan pendidikan dari Balai bahasa Sumut untuk menambah pengetahuan tentang bahasa, dan mereka mentargetnya untuk menjadi juara umum agar bisa mengharumkan nama Sumatera Utara khususnya. 
“ Kami mentargetnya bisa menjadi juara umum nasional, agar dapat mengharumkan nama Sumut dan yang paling penting mengkampanyekan ke semua orang untuk menggu nakan bahasa Indonesia yang baik dan benar” ungkap Febby yang memiliki cita cita sebagai dosen ini. Rholand Muary

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

“Sumut Paten” dalam Analisa Wacana Kritis

Sumut Paten, kini sudah menjadi jargon politik dan ciri khas dari Gubernur Sumatera Utara, Ir. HT. Erry Nuradi, M.Si. Dalam berbaga...